Advertiser Here

Berbudaya dan Lestari indoesia


Sedekah Bumi dan Babaritan


Pada tanggal 15 oktober 2011 hari sabtu. di desa Tanjung rejo Kecamatan Jekulo mengadakan Sedekah Bumi yang sangat meriah. di mana sedekah bumi itu merupakan tradisi orang jawa maupun kota yang tepatnya d indonesia. arti dari sedekah bumi adalah ucapan puji syukur terhadap karunia Allah yang di berikan kepada kita sebagai umat manusia yang memakai hasil alam sperti,: padi, jagung, palawijo, sayu-sayuran dan lain=laiya. Untuk memeriahkan acara tersebut Desa Tanjung Rejo melakukan hibran dangdut, panjat pinang, Karnaval Bdaya, dan usaha=usah yang menyangkiut pelestarian budaya indonesia. peserta yang mengiuti acara tersebut berbagai kalangan dari anak-anak sampai dewas. Sekolahan-sekolahan yang mnegikuti gelar seedekah bumi antara lain: SD seluruh desa tanjung rejo, SMA 1 JEKULO dan berbagai remaja dan masyarakat.










acara tersebut mengundang banyak pemirsa. karena acara tersebut memanggil bapak Bupati Kudus yaitu H. Musthofa beserta Staff-Staffnya yang hadir untuk membuka acara dan melihat berbagai macam pertunjukan seni budaya.




*PENGERTIAN SEDEKAH BUMI


Sedekah Bumi adalah tradisi masyarakat dalam mensyukuri berkah panenan yang diberikan Tuhan kepada umatnya. Dahulu, dalam lingkungan orang-orang Kampung Sawah, acara ungkapan syukur ini lebih dikenal dengan sebutan “bebaritan”, yaitu sebuah upacara animisme kuno memohon keselamatan kepada sang dengaeng,dedemit, atau si penunggu di suatu tempat tertentu.


Pada acara ini, orang-orang berkumpul di suatu tempat, biasanya tempat-tempat “angker” yang diyakini penduduk sebagai tempat sang dengeang itu. Semua makanan yang dibawa orang-orang ini dicampur dan diletakkan berjejer dengan alas daun pisang yang lebar dan panjang. Setelah makanan terjejer dan tersusun, orang-orang mengambil tempat, berbaris sejajar dengan makanan yang sudah disusun tadi. Kemudian pemimpin upacara yang berdiri paling ujung memulai upacara dengan doa-doa. Setelah doa selesai, masing-masing orang mengambil makanan yang berada di hadapannya dan memakannya bersama-sama. Inilah pesta rakyat saat itu.


Rakyat bersuka ria atas berkah yang telah diterima. Kemudian kesempatan itu mereka manfaatkan untuk acara makan bersama. Musik diperdengarkan, tari-tarian dan hiburan lain dipentaskan. Saat ini acara bebaritansudah tidak terlihat lagi. Acara bebaritan terakhir kali terjadi kira-kira pada tahun 1963/1964 atau 40 tahun yang lalu! Akan tetapi, dalam bentuk yang lebih modern, masyarakat menyelenggarakan acara-acara yang intinya kurang lebih sama dengan bebaritan ini. Dengan panggung dangdut, misalnya.


Description: Berbudaya dan Lestari indoesia Rating: 4.5 Reviewer: tri wahyu budi utomo ItemReviewed: Berbudaya dan Lestari indoesia
Posted by:Mbah Qopet
Mbah Qopet Updated at: 21:35

0 comments

Post a Comment